Virus Zika adalah penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes, spesies nyamuk yang sama juga menyebarluaskan virus Dengue atau Cikungunya. Nyamuk Aedes ini biasanya sangat aktif di siang hari, saat Anda juga sedang aktif-aktifnya melakukan kegiatan. Maka itu, selama beraktivitas di siang hari, termasuk saat Anda sedang traveling ke suatu daerah Anda perlu berhati-hati dengan nyamuk ini. Bagaiamana cara mencegah virus Zika saat traveling?
 
Mencegah Penularan Virus Zika Saat Traveling


1. Pakai obat anti nyamuk yang terstandarisasi
Cara aman mencegah virus Zika yang utama adalah menggunakan obat anti nyamuk. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menyarankan untuk menggunakan produk obat anti nyamuk dengan bahan aktif yang mengandung DEET, atau picaridin, IR 3535, 2-undecanone, dan satu produk alami minyak eukaliptus lemon.

Produk alami lainnya seperti cepscian, sitronella, geraniol, bawang putih, dan serai, tidak memiliki efek untuk menolak nyamuk atau hanya efektif selama kurang dari 30 menit. Agar pasti aman, gunakan produk yang memang sudah teruji klinis.

DEET adalah salah satu yang paling standar untuk obat nyamuk, menurut Musthapa Debboun, Ph.D. seorang direktur divisi pengendalian nyamuk di sebuah instansi pengendalian kesehatan masyarakat dan penyakit di Houston.

Meskipun efek jangka panjang DEET ini belum diteliti lebih lanjut, sebuah studi tahun 2014 dalam jurnal Parasites and Vectors tidak menemukan bukti efek samping yang negatif. Studi ini mengamati efek DEET pada wanita hamil saat trimester pertama. Beberapa wanita hamil menggunakan DEET dalam satu kelompok, sementara satu kelompok lainnya tidak diberikan DEET. Enam bulan setelah melahirkan, bayi perempuan antar  kedua kelompok tidak menunjukan adanya perbedaan fungsi saraf, berat badan, tinggi badan, ukuran kepala, atau ukuran tangan yang berbeda.

2. Oleskan obat anti nyamuk dengan benar
Saat traveling, Anda mungkin sering menggunakan tabir surya. Untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes yang membawa virus zika, gunakan obat anti nyamuk setelah mengoleskan tabir surya di kulit. Jika tidak, SPF bisa menutupi efektifitas obat anti nyamuk.

Jangan lupa selalu oleskan di bagian kaki dan pergelangan kaki. Nyamuk pembawa virus Zika memiliki daya tarik khusus pada bagian kaki.

Untuk melindungi anak, semprotkan atau tuang obat anti nyamuk ke tangan terlebih dahulu sebelum menggosokannya di kulit anak. Hindari bagian mata dan mulut anak-anak, dan berikan juga pada bagian sekitar telinga.

Jangan gunakan obat anti nyamuk yang konsentrasi DEET-nya di atas 30 persen atau lebih tinggi untuk anak.

Minyak lemon eukaliptus tidak boleh digunakan untuk anak-anak yang berusia kurang dari 3 tahun. Obat nyamuk apa pun sebaiknya juga tidak diberikan pada anak usia kurang dari 2 bulan, sebaiknya lindungi dengan kelambu.

Ikuti petunjuk produk dalam penggunaannya seberapa sering boleh digunakan. Biasanya obat anti nyamuk tidak perlu dioleskan sesering tabir surya. Dilansir dalam laman Zika Foundation, oleskan obat anti nyamuk ulang setelah 6-8 jam berikutnya.

3. Pakaian yang tertutup
Jika Anda melakukan traveling ke daerah yang panas dan berpotensi banyak ditemukan nyamuk Aedes, sebaiknya gunakan pakaian yang tertutup untuk mencegah virus Zika dari gigitan nyamuk.

Gunakan celana panjang dan baju lengan panjang. Karena nyamuk Aedes lebih tertarik pada bagian kaki, maka gunakan sepatu tertutup dengan kaos kaki agar lebih aman, bukan menggunakan sandal yang terbuka. Selain itu, lindungi kepala juga dengan topi. Nyamuk yang membawa virus Zika lebih senang memilih bagian:

  •     15 persen nyamuk Aedes pembawa virus Zika akan menyerang tangan bagian atas, belakang kepala, leher, atau bahu.
  •     25 persen menyerang bagian kaki bagian atas dan tangan bagian bawah.
  •     60 persen akan menyerang bagian kaki dari lutut ke bawah.

4. Hati-hati dengan genangan air
Hanya dengan satu sendok makan air saja, nyamuk Aedes ini bisa berkembang biak hingga menghasilkan 300 ekor nyamuk lagi. Maka itu, hati-hati dengan genangan air sekecil apa pun. Nyamuk bisa berkembang biak di dasar gelas-gelas yang ada di kamar mandi untuk menaruh sikat gigi, atau dalam kubangan air wastafel, dan tempat-tempat lainnya yang membuat air menggenang.

Maka itu, ketika traveling dan akan menginap, perhatikan kondisi sekitarnya. Hilangkan genangan air di seluruh sudut tempat Anda menginap.

Jika ada kolam renangnya, Anda tidak perlu khawatir sebab klorin dalam air kolam renang mampu menghalangi nyamuk berkembang, sehingga kolam tetap bersih dan aman untuk berenang.

5. Mandi dengan bersih
Cara mencegah virus Zika yang paling simpel juga bisa Anda lakukan saat mandi. Saat mandi, gunakan sabun tanpa pewangi untuk mengurangi bakteri kulit yang menarik nyamuk Aedes. Mandi juga secara teratur, jangan sampai terlalu lama tidak mandi.

Ini bertujuan untuk menghindari penumpukan bakteri pada kulit. Bakteri yang membuat bau badan tidak sedap adalah umpan utama bagi nyamuk pembawa virus Zika.

Cara Mencegah Penularan Virus Zika Saat Traveling

Virus Zika adalah penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aedes, spesies nyamuk yang sama juga menyebarluaskan virus Dengue atau Cikungunya. Nyamuk Aedes ini biasanya sangat aktif di siang hari, saat Anda juga sedang aktif-aktifnya melakukan kegiatan. Maka itu, selama beraktivitas di siang hari, termasuk saat Anda sedang traveling ke suatu daerah Anda perlu berhati-hati dengan nyamuk ini. Bagaiamana cara mencegah virus Zika saat traveling?
 
Mencegah Penularan Virus Zika Saat Traveling


1. Pakai obat anti nyamuk yang terstandarisasi
Cara aman mencegah virus Zika yang utama adalah menggunakan obat anti nyamuk. Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) di Amerika Serikat menyarankan untuk menggunakan produk obat anti nyamuk dengan bahan aktif yang mengandung DEET, atau picaridin, IR 3535, 2-undecanone, dan satu produk alami minyak eukaliptus lemon.

Produk alami lainnya seperti cepscian, sitronella, geraniol, bawang putih, dan serai, tidak memiliki efek untuk menolak nyamuk atau hanya efektif selama kurang dari 30 menit. Agar pasti aman, gunakan produk yang memang sudah teruji klinis.

DEET adalah salah satu yang paling standar untuk obat nyamuk, menurut Musthapa Debboun, Ph.D. seorang direktur divisi pengendalian nyamuk di sebuah instansi pengendalian kesehatan masyarakat dan penyakit di Houston.

Meskipun efek jangka panjang DEET ini belum diteliti lebih lanjut, sebuah studi tahun 2014 dalam jurnal Parasites and Vectors tidak menemukan bukti efek samping yang negatif. Studi ini mengamati efek DEET pada wanita hamil saat trimester pertama. Beberapa wanita hamil menggunakan DEET dalam satu kelompok, sementara satu kelompok lainnya tidak diberikan DEET. Enam bulan setelah melahirkan, bayi perempuan antar  kedua kelompok tidak menunjukan adanya perbedaan fungsi saraf, berat badan, tinggi badan, ukuran kepala, atau ukuran tangan yang berbeda.

2. Oleskan obat anti nyamuk dengan benar
Saat traveling, Anda mungkin sering menggunakan tabir surya. Untuk mencegah gigitan nyamuk Aedes yang membawa virus zika, gunakan obat anti nyamuk setelah mengoleskan tabir surya di kulit. Jika tidak, SPF bisa menutupi efektifitas obat anti nyamuk.

Jangan lupa selalu oleskan di bagian kaki dan pergelangan kaki. Nyamuk pembawa virus Zika memiliki daya tarik khusus pada bagian kaki.

Untuk melindungi anak, semprotkan atau tuang obat anti nyamuk ke tangan terlebih dahulu sebelum menggosokannya di kulit anak. Hindari bagian mata dan mulut anak-anak, dan berikan juga pada bagian sekitar telinga.

Jangan gunakan obat anti nyamuk yang konsentrasi DEET-nya di atas 30 persen atau lebih tinggi untuk anak.

Minyak lemon eukaliptus tidak boleh digunakan untuk anak-anak yang berusia kurang dari 3 tahun. Obat nyamuk apa pun sebaiknya juga tidak diberikan pada anak usia kurang dari 2 bulan, sebaiknya lindungi dengan kelambu.

Ikuti petunjuk produk dalam penggunaannya seberapa sering boleh digunakan. Biasanya obat anti nyamuk tidak perlu dioleskan sesering tabir surya. Dilansir dalam laman Zika Foundation, oleskan obat anti nyamuk ulang setelah 6-8 jam berikutnya.

3. Pakaian yang tertutup
Jika Anda melakukan traveling ke daerah yang panas dan berpotensi banyak ditemukan nyamuk Aedes, sebaiknya gunakan pakaian yang tertutup untuk mencegah virus Zika dari gigitan nyamuk.

Gunakan celana panjang dan baju lengan panjang. Karena nyamuk Aedes lebih tertarik pada bagian kaki, maka gunakan sepatu tertutup dengan kaos kaki agar lebih aman, bukan menggunakan sandal yang terbuka. Selain itu, lindungi kepala juga dengan topi. Nyamuk yang membawa virus Zika lebih senang memilih bagian:

  •     15 persen nyamuk Aedes pembawa virus Zika akan menyerang tangan bagian atas, belakang kepala, leher, atau bahu.
  •     25 persen menyerang bagian kaki bagian atas dan tangan bagian bawah.
  •     60 persen akan menyerang bagian kaki dari lutut ke bawah.

4. Hati-hati dengan genangan air
Hanya dengan satu sendok makan air saja, nyamuk Aedes ini bisa berkembang biak hingga menghasilkan 300 ekor nyamuk lagi. Maka itu, hati-hati dengan genangan air sekecil apa pun. Nyamuk bisa berkembang biak di dasar gelas-gelas yang ada di kamar mandi untuk menaruh sikat gigi, atau dalam kubangan air wastafel, dan tempat-tempat lainnya yang membuat air menggenang.

Maka itu, ketika traveling dan akan menginap, perhatikan kondisi sekitarnya. Hilangkan genangan air di seluruh sudut tempat Anda menginap.

Jika ada kolam renangnya, Anda tidak perlu khawatir sebab klorin dalam air kolam renang mampu menghalangi nyamuk berkembang, sehingga kolam tetap bersih dan aman untuk berenang.

5. Mandi dengan bersih
Cara mencegah virus Zika yang paling simpel juga bisa Anda lakukan saat mandi. Saat mandi, gunakan sabun tanpa pewangi untuk mengurangi bakteri kulit yang menarik nyamuk Aedes. Mandi juga secara teratur, jangan sampai terlalu lama tidak mandi.

Ini bertujuan untuk menghindari penumpukan bakteri pada kulit. Bakteri yang membuat bau badan tidak sedap adalah umpan utama bagi nyamuk pembawa virus Zika.

No comments:

Post a Comment